aaWnxJmZI5JY8FKCUvVg7FjFvZvkz69jLNXN7cby

Teori dan Karakteristik Wilayah Pusat Pertumbuhan

Teori dan Karakteristik Wilayah Pusat Pertumbuhan

Pusat pertumbuhan merupakan suatu wilayah yang mengalami perkembangan pesat, khususnya dalam bidang ekonomi.

Pusat pertumbuhan terjadi di kota, yang menjadi pusat kegiatan penduduk dari daerah di sekitarnya. Sehingga kota menjadi pusat perkembangan bagi daerah-daerah di sekitarnya.

Baca Juga: 5 Teori Teratas Proses Pembentukan Muka Bumi

Sebelumnya, untuk bisa mengidentifikasi pusat perkembangan, kita perlu mengetahui teori-teori dasar pusat pertumbuhan.

a. Teori Pusat Pertumbuhan 

Pusat pertumbuhan dapet terbentuk secara alami atau melalui perencanaan. Teori pusat pertumbuhan dibagi menjadi tiga, antaranya sebagai berikut.

1. Teori Kutub Pertumbuhan 

Teori ini dikemukakan oleh Francois Perroux. Menurutnya, pertumbuhan tidak terjadi serentak, tetapi terjadi di mana-mana dengan intensitas yang berbeda.

Hal itu akan membentuk titik-titik pertumbuhan yang dinamakan kutub pertumbuhan (growth pole).

Teori kutub pertumbuhan lebih menekankan pada peran industri. Pembagian kelas industri menurut teori ini adalah propulsive industry (industri pendorong) dan leading industry (industri yang sedang berkembang).

Dengan terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan dapat memengaruhi kehidupan terutama dalam meningkatkan kesejahteraan hidup penduduk.

Selain itu, adanya pusat-pusat pertumbuhan dapat memengaruhi berbagai bidang, seperti bidang sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

2. Teori Polarisasi Ekonomi

Teori ini dikemukakan oleh Gunnar Myrdal. Menurutnya, pusat pertumbuhan adalah wilayah yang menjadi daya tarik bagi tenaga buruh, tenaga terampil, modal, dan barang dagangan.

Pertumbuhan yang semakin pesat menimbulkan polarisasi pertumbuhan ekonomi (polarization of economic growth). Pengaruh positif pusat pertumbuhan disebut spread effectdan, pengaruh negatifnya disebut backwash effect.

3. Teori Tempat Sentral 

Teori ini dikemukakan oleh Walter Christaller. Menurut Walter, pusat pertumbuhan adalah suatu wilayah pusat dari segala kegiatan yang memerlukan wilayah pemasaran untuk barang dan jasa yang dihasilkan.

Tempat sentral merupakan pusat pelayanan bagi wilayah sekitarnya. Adapun konsep dasar dari teori tempat sentral sebagai berikut:
  • Population threshold, yaitu jumlah minimal penduduk yang membutuhkan pelayanan. 
  • Range (jangkauan), yaitu jarak maksimum untuk mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan dari pusat.
Penerapan teori tempat sentral memerlukan beberapa syarat seperti berikut:
  • Topografi wilayah relatif seragam
  • Kehidupan atau tingkat ekonomi penduduk relatif homogen 
  • Tidak ada produk primer, seperti batu bara, padi, atau kayu.

Setelah mengetahui teori-teori dasar pusat pertumbuhan, selanjutnya berikut ini karakteristik wilayah yang dapat dijadikan sebagai pusat pertumbuhan.

b. Karakteristik Wilayah Pusat Pertumbuhan

Suatu wilayah dapat dijadikan sebagai pusat pertumbuhan apabila memiliki karakteristik sebagai berikut.

  • Memiliki sumber daya alam potensial. Sebab, daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam berpotensi menjadi pusat pertumbuhan.
  • Memiliki sumber daya manusia yang berdaya saing.
  • Berada pada posisi strategis, sehingga dapat memudahkan transportasi dan angkutan barang.
  • Memiliki fasilitas penunjang, seperti jalan, jaringan listrik, jaringan telepon, pelabuhan, dan air bersih.
Semoga Bermanfaat!
DONASI VIA SAWERIA Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperbaharui blog mingseli.id agar lebih baik. Terima kasih.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar