aaWnxJmZI5JY8FKCUvVg7FjFvZvkz69jLNXN7cby

5 Teori Teratas Proses Pembentukan Muka Bumi

5 Teori Teratas Proses Pembentukan Muka Bumi

Hingga saat ini planet Bumi merupakan satu-satunya planet yang ada di alam semesta yang bisa dihuni oleh makhluk hidup.

Banyak sekali material yang menjadi sumber kekayaan di bumi. Di antaranya yang dimanfaatkan oleh makhluk hidup sebagai bekal untuk bertahan hidup, terutama oleh manusia.

Namun, pernahkah kita sebagai manusia memikirkan, bagaimana bumi bisa terbentuk dan dihuni?

Pada masa dahulu, banyak ilmuwan yang mempertanyakan hal tersebut dalam pikirannya. pada akhirnya, pemikiran mereka menjadi sebuah teori yang dipercaya masyarakat sampai sekarang.

Baca Juga: Fenomena Kependudukan dan Faktor Penyebabnya

Berikut ini, lima teori populer tentang proses pembentukan muka bumi.

1. Teori Kontraksi (Constraction Theory)

Teori kontraksi dikemukakan oleh Rene Descrates pada tahun 1596-1650. Teori ini menyatakan bahwa Bumi mengalami penyusutan dan mengerut karena proses pendinginan.

Kondisi tersebut menyebabkan tempat satu dengan tempat lain mengalami perbedaan bentuk dan membentuk relief Bumi yang berupa gunung, lembah, dan daratan.

Tokoh bernama James Dana dan Elie de Baumant mendukung teori Kontraksi. Mereka berpendapat terbentuknya pegunungan dan lembah-lembah diakibatkan pengerutan permukaan Bumi akibat proses pendinginan pada bagian dalam Bumi.

Namun, teori ini banyak dikritik karena penurunan suhu yang menyebabkan terbentuknya pengunungan dan lembah berlangsung dalam waktu singkat. Padahal di Bumi masih terdapat unsur pijar dan lapisan Bumi masih mengalami pergerakan hingga saat ini.

2. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)

Teori Dua Benua dikemukakan oleh Edward Zuess pada tahun 1884. Menurut teori ini, benua-benua di Bumi pada masa lalu berkumpul menjadi satu menjadi sebuah benua besar (supercontinent).

Benua yang terletak di sekitar kutub utara bernama Laurasia, benua yang terletak di kutub selatan bernama Gondwana Land. Kedua benua tersebut perlahan bergerak menuju ekuator dan terpecah saling menjauh sesuai arah pergerakannya masing-masing yang yang pada akhirnya membentuk daratan benua.

Rotasi Bumi menyebabkan sebagaian benua terpencar di daerah ekoator dan belahan Bumi barat.

Pecahan Laurasia membentuk:

  • Eropa
  • Asia
  • Amerika Utara
  • Greenland
Sedangkan pecahan Gondwana membentuk:

  • Amerika Selatan
  • India
  • Australia
  • Afrika
  • Antartika

3. Teori Apungan Benua (Continental Drift Theory)

Alfred Lothar Wegener pada tahun 1912 mencetuskan teori Apungan Benua. Menurut teori ini, muka Bumi terbentuk akibat pergeseran benua.

Pada mulanya Bumi berawal dari benua tunggal besar bernama Pangaea. Pangaea yang bergerak kemudian pecah. Gerak rotasi Bumi secara sentrifugal mengakibatkan pecahan benua tersebut bergerak ke arah barat menuju ekuator.

Sampai sekarang, Bimu masih terus mengalami pergeseran sejauh rata-rata 2 cm/tahun. Beberapa bukti pergerakan benua menurut Wegener sebagai berikut:
  • Terdapat persamaan garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Benua Amerika Selatan dengan garis kontur pantai barat Benua Eropa dan Benua Afrika.
  • Daerah Greenland menjauhi Eropa.
  • Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan.
  • Ada kediatan seismik di Patahan San Andreas.
  • Samudra Atlantik semakin luas karena pergerakan Benua Amerika ke barat.
  • Batas Samudra Hindia semakin mendesak ke utara.

4.  Teori Konveksi

Arthur Holmes dan Harry H. Hess merupakan pencetus munculnya teori Konveksi. Teori ini mengemukakan bahwa dalam lapisan astenosfer terjadi aliran konveksi ke arah vertikal dan berpengaruh hingga ke kerak Bumi dan menyebabkan batuan kerak Bumi menjadi lunak.

Ketika arus konveksi yang membawa materi lava sampai ke permukaan Bimi di punggung tengah samudra (mid oceanic ridge), lava akan membeku dan membentuk lapisan kulit Bumi baru yang menggeser dan menggantikan kulit Bumi yang lebih tua.

Adanya gerak aliran dari dalam Bumi mengakibatkan permukaan Bumi tidak rata. Bukti yang mendukung teori Konveksi sebagai berikut.

  • Terbentuknya pematang tengah samudra (mid oceanic ridge) seperti Mid Atlantic Ridge dan Pacific Atlantic Ridge.
  • Semakin jauh dari punggung tengah samudra, semakin tua umur batuan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya gerakan dari mid oceanic ridge ke arah berlawanan akibat adanya arus konveksi dari lapisan di bawah kulit Bumi.

5. Teori Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Theory)

Teori Lempeng Tektonik dikemukakan oleh Tozo Wilson. Teori ini mengemukakan bahwa kerak Bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di lapisan astenosfer yang berwujud cair kental.

Banyak ahli beranggapan bahwa teori lempeng tektonik menjelaskan mengenai dinamika Bumi seperti gempa dan pembentukan jalur pegunungan.

Gerakan lempeng tektonik dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

a. Gerakan Divergen 

Gerakan lempeng tektonik pertama adalah Divergen, Gerakan ini merupakan gerakan lempeng tektonik yang saling menjauh. akibat gerakan ini kerak Bumi menipis dan merenggang hingga terjadi aktivitas keluarnya material baru yang membentuk jalur vulkanisme.

b. Gerakan Konvergen 

Gerakan Konvergen merupakan gerakan lempeng tektonik yang saling mendekat sehingga saling bertubrukan dan menyebabkan salah satu dari lempeng tersebut akan tersubduksi ke dalam mantel dan membentuk gunung api aktif di daratan benua.

c. Gerakan Transform

Gerakan Transform merupakan gerakan antar lempeng tektonik yang bergerak berlawan arah sehingga saling bergesekan.

Semoga bermanfaat!
Related Posts

Related Posts