aaWnxJmZI5JY8FKCUvVg7FjFvZvkz69jLNXN7cby

Bleep Test : Pengertian, Prosedure, Kelebihan dan Kelemahan

Pengertian bleep test, prosedure, kelebihan dan kelemahan bleep test

Kebugaran jasmani merupakan sebuah kemampuan seseorang untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti.

Perlu diketahui, bahwa kondisi jasmani yang bugar bisa menjauhkan dari berbagai masalah kesehatan. Selain itu, tubuh bugar juga membuat menjadi lebih sehat dan bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Untuk mengukur kebugaran jasmani kita, banyak tes yang dilakukan untuk mengetahui seberapa bugar jasmani kita. Salah satunya pengukuran kebugaran yaitu dengan bleep test.

A. Pengertian  

Apa sih bleep test itu? Pengertian bleep test adalah sebuah tes kebugaran yang berguna untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani seseorang dengan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa merasa lelah dan masih bisa berkegiatan yang lain.

Bleep test dilakukan dengan berlari terus menerus di antara dua garis yang berjarak 20 m selama terdengar suara beep. Suara beep ini dihasilkan dari rekaman bersuara beep yang telah direkam sebelumnya.

B. Alat dan Petugas 

Tes pengukuran kebugaran dengan cara bleep test harus di diperhatikan dalam menggunaan alat yang digunakan dan petugas yang bertugas mengawasi keberlangsungan tes.

Alat kelengkapan meliputi :
  • Lintasan datar dan tidak licin
  • Meteran
  • Kaset/Rekaman
  • Kapur
  • Stopwatch

Pembagian petugas meliputi :
  • Pengukur waktu
  • Petugas start
  • Pengawas lintasan
  • Pencatat hasil

C. Prosedure

Dalam melaksanakan bleep test, ada beberapa prosedure atau tahapan-tahapan yang harus dilakukan sebagai berikut.
  • Mengukur jarak 20 meter dan memberikan tanda garis dengan menggunakan kapur.
  • Peserta tes diwajibkan melakukan pemanasan secukupnya.
  • Start dilakukan dengan cara berdiri dan posisi kaki berada di belakang garis pada salah satu sisi. Kemudian aba – aba “siap-ya” (sesuai dengan irama pada kaset/rekaman), atlet lari sesuai dengan irama kaset menuju ke sisi yang berlawanan.
  • Kemudain peserta tes harus berusaha sampai ke sisi berlawanan bertepatan dengan bunyi “tut/beep” yang pertama dari kaset/rekaman.
  • Akhir dari setiap lari ditandai dengan bunyi “tut/beep” tunggal, sedangkan akhir dari setiap level ditandai dengan sinyal “tut/beep” tiga kali.
  • Bila tanda bunyi “tut/beep” belum terdengar saat atlet sampai pada sisi berlawanan (atlet lebih cepat dari tempo), maka untuk lari balik harus menunggu tanda bunyi “tut/beep”. Sebaliknya, jika atlet belum sampai pada sisi berlawanan namun sinyal bunyi “tut/beep” sudah terdengar (lambat dari pada tempo), maka atlet harus meningkatkan kecepatannya.
  • Apabila dua kali bunyi “tut/beep” berurutan atlet tidak mampu mengikuti irama waktu lari, berarti atlet tersebut sudah mencapai batas maksimal dan tes dianggap sudah berakhir.

D. Kelebihan dan Kelemahan

Dalam melaksanakan bleep test ini, terdapat kelemahan dan kelebihan yang harus dipahami sebagai berikut.

1. Kelebihan
  • Meningkatkan daya tahan atlet atau peserta secara berkelanjutan.
  • Dapat dilakukan serentak/bersama-sama, dengan begitu mengurangi biaya.

2. Kelemahan
  • Kondisi lingkungan dapat mengurangi, jika test dilakukan diluar ruangan.
  • Tidak bisa dilakukan untuk orang yang berpenyakit kronik.

Semoga Bermanfaat!

Related Posts

Related Posts