aaWnxJmZI5JY8FKCUvVg7FjFvZvkz69jLNXN7cby

Istilah-istilah dalam Olahraga Air Arung Jeram

Istilah-istilah dalam Olahraga Air Arung Jeram

Arung jeram atau bahasa asingnya sering disebut rafting merupakan aktivitas mengarungi sungai yang mengandalkan keterampilan dan kekuatan fisiknya untuk mendayung perahu yang berbahan lunak.

Arung jeram atau rafting sudah masuk ke dalam cabang olahraga air yang diperebutkan mendalinya dalam kejuaraan dunia.

Didalam cabang olahraga arung jeram atau rafting terdapat beberapa istilah-istilah yang harus diketahui oleh setiap peserta. Berikut ini istilah-istilah beserta penjelasan di dalam olahraga arum jeram atau rafting.

  • Put In: merupakan start awal penempatan perahu yang juga merupakan titik awal pengarungan sungai.
  • Atomic Launch: merupakan start pengarungan dengan cara meluncur dari atas tanah dan langsung ke air, biasanya dilakukan di daerah miring/terjal
  • Take out (end point): merupakan titik akhir atau finish dari pengaruman.
  • Swimmer: merupakan peserta arum jeram yang terjatuh atau terlempar ke sungai. 
  • PFD (Personal Floating Device): merupakan life jacket atau pelampung. Peralatan yang wajib digunakan oleh setiap peserta kegiatan olahraga arung jeram atau rafting. 
  • Boil: merupakan putaran arus atau arus yang sulit diprediksi dan menekan ke permukaan (bergolak).
  • Bony: merupakan pengarungan yang memerlukan banyak manuver karena banyaknya rintangan atau bebatuan.
  • Strainer: merupakan arus sungai yang terhalang oleh runtuhan batu atau pepohonan yang tumbang.
  • Skipper: merupakan orang yang memberi instruksi sekaligus sebagai pendamping selama kegiatan arum jeram atau rafting.
  • Brace: merupakan teknik mendayung dengan menekan kebawah dan kayuhan menyapu untuk menyeimbangkan Kano atau kayak yang miring.
  • B Roach: merupakan kejadian dimana Kano atau kayak terjepit antara aliran sungai dan rintangan (batu/batang pohon). 
  • Carnage: merupakan istilah untuk kondisi dimana perahu terbalik atau seseorang yang terlempar keluar.
  • Chicken Line: merupakan tali yang diikatkan pada sisi - sisi perahu sebagai pegangan bagi penumpang.
  • Confluence: merupakan terdapatnya pertemuan atau percabangan sungai.
  • Waterfall: merupakan turunan di bagian badan sungai, biasanya memiliki ketinggian kurang lebih kurang dari 2 meter.
  • Gauge Height: Merupakan kegiatan pengukuran tingkatan air pada satu atau lebih lokasi.
  • Pin: merupakan keadaan tertahan diantara arus dan badan sungai atau rintangan seperti batu, terkunci dan sulit untuk keluar atau dilepaskan. 
  • Control Hand: merupakan tangan yang digunakan untuk mengatur keseimbangan, kiri atau kanan.
  • Tongue: merupakan arus yang mengalir dengan tenang, biasanya membentuk huruf V dan berada di bagian hulu jeram.
  • Throw Bag: merupakan tali darurat dengan panjang bervariasi yang digunakan untuk penyelamatan jika ada peserta yang jatuh dari perahu.
  • Standing Waves: merupakan gelombang besar pada sungai yang dijadikan arus utama.
  • Rooster Tail: merupakan air yang menyembur atau memancar dari bawah, ini biasanya karena ada bebatuan atau rintangan lain di dalam sungai.
  • Undercut: merupakan sebuah tebing atau batu besar yang ada di sisi sungai dan memiliki aliran air di bagian bawahnya. 
  • Rocks: merupakan pola sungai berupa bebatuan yang menonjol ke permukaan air. Adanya bebatuan ini mengakibatkan adanya perubahan arus air dan membuat sungai memiliki jeram.
  • Carnage: merupakan posisi perahu yang terbalik, baik itu karena terhantam jeram yang deras ataupun memang sengaja dibalikkan oleh instruktur.
Semoga Bermanfaat!


Related Posts

Related Posts

Posting Komentar