aaWnxJmZI5JY8FKCUvVg7FjFvZvkz69jLNXN7cby

Ciri-ciri Masyarakat Sederhana, Madya dan Modern

   
Masyarakat, Sederhana, Madya, Modern
Didalam masyarakat multikultural terdapat keanekaragaman bentuk struktur sosial yang dapat dipengaruhi berbagai aspek, seperti aspek geografis, aspek iklim, aspek budaya asing dan aspek integrasi sosial.

Ada 3 macam kondisi masyarakat yang terbagi atas dasar struktur sosial yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Yaitu : masyarakat sederhana, masyarakat madya dan masyarakat modern. Beriku adalah ciri-ciri dari ketiga struktur sosial dari masyarakat.

Baca Juga: Letak Fisiografis dan Letak Sosiografis Indonesia beserta Pengertiannya

A. Masyarakat Sederhana

Masyrakat sederhanya umumnya berada dipedalaman. Karena bersifat tertutup akan perkembangan teknologi mereka masih eksis dengan struktur sosial yang berasal dari nenek moyangnya.

Berikut adalah ciri-ciri masyarakat sederhana:
1. Memiliki ikatan keluara dan masyarakatnya sangat kuat sehingga rasa toleransi dan mengahargari cenderung lebih besar.
2. Organisasi sosial yang ada di masyarakat masih berdasarkan tradisi turun-temurun.
3. Memiliki kepercayaan yang kuat terhadap hal-hal gaib.
4. Tidak memiliki lembaga-lembaga formal atau khusus, seperti lembaga pendidikan dan lembaga hukum.
5. Hukum yang berlaku tidak tertulis. Meskipun tidak ditulis dalam buku atau bahkan pasal-pasal. Tetapi kepercaayan akan hukum tersebut sudah mendarah daging dan sangat kuat.
6. Sebagian besar produksi hanya untuk keperluan keluarga sendiri atau untuk pasaran dalam skala kecil. Karena memang masyarakat sederhana ini tidak berorientasi pada laba yang besar.
7. Kegiatan sosial maupun ekonomi dilakukan dengan bersama-sama atau biasa dikenal gotong royong.

Baca Juga: Faktor Pendorong dan Penghambat Kematian

B. Masyarakat Madya

Masyarakat madya cenderung lebih terbuka dari masyarakat sederhana. Di dalam masyafakat ini teknologi yang berkembang sudah dipakai dalam kehidupan sehari-sehari seperti handphone.

Berikut adalah ciri-ciri masyarakat masdya:
1. Ikatan keluarga masih sangat kuat, namun hubungan yang terjalin dengan masyarakat setempat sudah mulai tidak intens (mengendor).
2. Adat istiadat masih dihormati, tetapi mulai terbuka dengan pengaruh dari budaya luar.
3. Timbulnya lembaga-lembaga pendidikan formal sampai tingkat lanjutan.
4. Pemikiran masyarakat mulai rasional. Pendidikan memberik efek terbukanya pola pikir masyarakat.
5. Hukum tertulis mulai mendampingi hukum tidak tertulis.
6. Memberi kesempatan pada produksi pasar sehingga muncul diferensiasi dalam struktur masyarakat.
7. Gotong royong hanya untuk keperluan di kalangan tetangga dan kerabat dekat, sedangkan kegiatan ekonomi di lakukan atas dasar uang.

C. Masyarakat Modern

Masyarakat modern memiliki kemampuan berfikir agar dirinya dapat maju. Keinginan tersebut terkadang tidak memikirkan individu lain. Egoisme berkembang dimasyarakat modern.

Berikut adalah ciri-ciri masyarakat modern:
1. Hubungan sosial antar golongan masyarakat dilandasi atas kepentingan pribadi.
2. Hubungan yang terjadi dengan masyarakat lainnya sudah terbuka dan saling memberi pengaruh.
3. Kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sangat kuat.
4. Terdapat stratifikasi sosial atas dasar keahlian.
5. Tingkat pendidikan formal tinggi.
6. Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis.
7. Ekonomi hampir seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang di dasar atas penggunaan uang dan alat pembayaran lain.

Semoga bermanfaat!
Related Posts

Related Posts