aaWnxJmZI5JY8FKCUvVg7FjFvZvkz69jLNXN7cby

Mekantilisme: Pengertian, Perkembangan, dan Dampak Bagi Indonesia

pengertian, perkembangan, dan dampak merkantilisme bagi bangsa Indonesia

Terjadinya perkembangan peradaban umat manusia akan terus bergulir sepanjang masa. Mulai dari zaman peradaban awal hingga zaman modern.

Artikel berikut akan mempelajari peristiwa penting di Eropa yang berpengaruh bagi umat manusia sebagai cikal bakal zaman modern.

Peristiwa tersebut yaitu merkantilisme, akan akan dijelaskan mulai dari pengertian sampai dampak bagi bangsa Indonesia.


Pengertian 

Merkantilisme berasal dari kata "merchant" yang berarti pedagang. Dalam merkantilisme, jika suatu negara ingin mencapai kemakmuran harus melakukan perdagangan dengan negara lain.

Dapat disimpulkan, bahwa merkantilisme adalah teori ekonimi yang menyatakan bahwa kemakmuran suatu negara ditentukan oleh banyaknya aset yang dimiliki oleh negara tersebut.

Oleh karena itu, merkantilisme bertujuan mengumpulkan logam mulia (emas dan perak) sebanyak-banyaknya untuk dimasukkan kas negara.

Pelu diketahui, bahwa logam mulia merupakan standar devisa negara dan menjadi ukuran kekayaan, kesejahteraan, dan kekuasaan bagi suatu negara.


Perkembangan 

Merkantilisme berkembang seiring masa renaisans di negara-negara Eropa. Negara-negara Eropa ingin menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Keinginan tersebut menyebabkan merkantilisme berkembang pesat. Merkantilisme juga mendorong perkembangan kolonialisme dan imperialisme.

Merkantilisme Berkembang di negara-negara maju Eropa seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Belanda. Akan tetapi, setiap negara mempraktikkan merkantilisme secara berbeda-beda.

Di Inggris, merkantilisme ditandai dengan kenaikan pajak untuk memajukan pelayaran dan pembentukan kongsi dagang (EIC). 

Di Prancis, merkantilisme berkembang dengan istilah Colbertisme. Colbertisme menitikberatkan pada perkembangan industri dalam negeri daripada perdagangan internasional.

Adapun merkantilisme di Belanda menekankan pada kegiatan monopoli dagang yang ditandai dengan pembentukan VOC dan WIC.

Sementara itu, pelaksanaan merkantilisme di Jerman dilakukan dengan mewajibkan rakyat membayar pajak setinggi-tingginya.


Dampak Merkantilisme Bagi Indonesia 

Merkantilisme memberikan pengaruh yang besar untuk Indonesia. Pada kurang lebih abad ke-16 sampai 18 Masehi, banyak pedagang-pedagang Eropa yang melakukan hubungan perdagangan dengan masyarakat Indonesia.

Indonesia sendiri yaitu penghasil komoditas rempah-rempah yang sangat dicari di pasar Internasional. Dalam buku Sejarah Perekonomian Indonesia (2009) karya R.Z Leirissa dkk, merkantilisme mendorong terdapatnya kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Indonesia.

Pada sekitar abad ke-17 Masehi mulai timbul kongsi-kongsi dagang seperti VOC (kongsi dagang Belanda) dan EIC (kongsi dagang Inggris) di Indonesia.

Kehadiran kongsi dagang Eropa di Indonesia bertujuan untuk mendominasi dan memonopoli perdagangan di daerah kepulauan Nusantara lewat jalur peperangan dan politik.


Semoga Bermanfaat!

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar