aaWnxJmZI5JY8FKCUvVg7FjFvZvkz69jLNXN7cby

Model Pembelajaran Jigsaw: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Jenis, Ciri-ciri, Karakteristik, Langkah, Kelebihan dan Kekurangan

Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw, Tujuan Model Pembelajaran Jigsaw, Manfaat Model Pembelajaran Jigsaw, Jenis Model Pembelajaran Jigsaw, Ciri-ciri Model Pembelajaran Jigsaw, Karakteristik Model Pembelajaran Jigsaw, Langkah Model Pembelajaran Jigsaw, Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Jigsaw

Model pembelajaran yang digunakan oleh guru pada saat proses belajar mengajar memang banyak jenisnya. Penggunaanya bisa disesuaikan sesuai kebutuhan yang ada.

Dengan menggunakan konsep model pembelajaran yang baik bisa membuat siswa lebih mudah mencerna materi yang diajarkan. Sehingga efektivitas dan efisiensi belajar dapat tercapai.

Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai salah satu model pembelajaran yang cukup banyak digunakan, yaitu jigsaw.

Mari kita mulai...

Apa itu Model Pembelajaran Jigsaw?

Pembelajaran model ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan teman-temannya di Universitas Texas dan kemudian diimplementasikan oleh Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkins.

Secara etimologi kata Jigsaw berasal dari bahasa Inggris yang mempunyai arti "gergaji ukir". Pola pembelajaran ini menyerupai cara kerja sebuah gergaji yang mengutamakan kerja sama untuk mencapai suatu tujuan.

Model pembelajaran jigsaw adalah cooperative learning yang diawali oleh guru mengemukakan sebuah topik dan selanjutnya akan dibagi kelompok kecil.

Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw Menurut Para Ahli

1. Sudrajat (2008:1)

Model pembelajaran Jigsaw merupakan jenis pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, dimana kelompok tersebut beranggotakan beberapa orang dan bertanggung jawab untuk menguasai bagian materi yang telah ditentukan dan selanjutnya harus mengajarkan materi yang telah dikuasai kepada kelompok lain.

2. Agus Suprijono (2009:89)

Menjelaskan bahwa model pembelajaran jigsaw adalah pembelajaran kooperatif dimana pengajar membagi kelas dalam kelompok-kelompok kecil.

3. Yuzar (2010:78)

Menurut Yuzar dalam Isjoni mengungkapkan bahwa model pembelajaran jigsaw siswa dibagi menjadi kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang yang heterogen dan saling ketergantungan secara positif serta bertanggung jawab secara mandiri.

4. Lie (1993)

Definisi model pembelajaran jigsaw merupakan suatu bentuk pembelajaran kooperatif yang diterapkan dengan membentuk siswa dalam kelompok kecil dan biasanya terdiri atas 4-6 orang yang dibuat heterogen.

5. Slavin (2005)

Mengartikan model pembelajaran jigsaw sebagai metode kooperatif yang paling fleksibel karena bisa diterapkan dalam jenjang pendidikan manapun.

6. Husna, dkk (2013)

Arti model pembelajaran jigsaw adalah metode pembelajaran yang fokus belajarnya dengan berkelompok.

7. Arends (1997)

Mendefinisikan model pembelajaran jigsaw sebagai pembelajaran kooperatif yang membentuk beberapa siswa menjadi kelompok dan bertanggung jawab terhadap materi yang telah disampaikan

8. Rusman (2008)

Pembelajaran ini mendorong siswa untuk mengemukakan dan mengelola informasi sehingga siswa secara langsung mampu untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dari materi yang telah dipelajari.

9. Zaini (2008)

Menurutnya model pembelajaran jigsaw merupakan strategi yang digunakan jika materi bisa dibagikan menjadi beberapa bagian dan dalam menyampaikannya tiak mengharuskan sistematis. Sehingga kelebihan dari sistem ini adalah bisa melibatkan siswa untuk belajar dan mengajarkan kepada siswa lain.

Tujuan Model Pembelajaran Jigsaw

Jika di implementasikan dengan benar, metode pembelejaran jigsaw mempunyai tujuan yang sangat bagus untuk siswa, apalagi cara belajar dengan metode ini cenderung fleksibel dan bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan.

Kemandirian siswa dapat terasah dengan baik karena siswa diarahkan tidak langsung menerima materi dari gurunya, tetapi berusaha menggali informasi yang telah didapat.

Dengan demikian, rasa tanggung jawab murid akan terlatih dengan sendirinya sebab siswa mempunyai tanggungjawab untuk memahami dan menyampaikan materi ke kelompok lain.

Sehingga hal tersebut akan memunculkan kerja sama antarkelompok kecil dalam kelas. Perasaan kompak bisa membuat kelas lebih aktif dan semangat belajar semakin tinggi

Manfaat Model Pembelajaran Jigsaw

Dengan tujuan yang sangat bagus seperti yang jelaskan diatas, metode jigsaw mempunyai manfaat sebagai berikut:
  1. Meningkatkan kemampuan siswa
  2. Siswa bisa saling menerima kekurangan murid lain
  3. Mengurangi konflik antar siswa
  4. Mengurangi sikap apatis
  5. Pemahaman siswa lebih mendalam
  6. Memunculkan motivasi yang lebih
  7. Hasil belajar yang lebih tinggi
  8. Penyimpanan materi lebih lama
  9. Meningkatkan rasa toleransi dan kepekaan terhadap sesama

Jenis Model Pembelajaran Jigsaw

Terdapat 3 model pembelajaran jigsaw yang bisa diterapkan dalam proses belajar mengajar. Pemilihan ini tergantung dari guru dan situasi serta kondisi yang ada.

1. Within Group Jigsaw

Masing-masing individu dalam kelompok harus mempelajari dan bertanggung jawab terhadap satu persoalan dan masing-masing individu harus mengajarkan materi yang telah dikuasai kepada siswa lain dalam satu kelompok.

2. Expert Group Jigsaw

Anggota kelompok yang mendapatkan materi yang sama berkumpul menjadi tim ahli untuk mempelajari dan memecahkan materi tersebut. Kemudian siswa kembali ke kelompok asal dan mengajarkan materi yang telah mereka pelajari dari tim ahli.

3. Whole Group Jigsaw

Pertama kali adalah membentuk tim ahli dan masing-masing mempelajari persoalan yang berbeda dengan kelompok lain. Kemudian masing-masing kelompok mengajarkan bagian persoalan kepada kelompok lain melalui presentasi atau diskusi.

Ciri-ciri Model Pembelajaran Jigsaw

Menurut Kisworo (2010:8-9), model pembelajaran yang satu ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • Proses belajar dengan teman
  • Terjadinya tatap muka pada saat belajar
  • Saling mendengarkan pendapat antar anggota kelompok
  • Belajar dari teman yang kelompoknya berbeda
  • Belajar dari kelompok kecil
  • Saling mengemukakan pendapat
  • Keputusan tergantung masing-masing siswa
  • Siswa lebih aktif

Karakteristik Model Pembelajaran Jigsaw

Berikut adalah karakteristik model pembelajaran Jigsaw
  • Setiap kelompok terdiri atas 4-6 orang dengan memperhatikan keberagaman
  • Setiap anggota mempunyai tanggung jawab tersendiri dan mempunyai kewajiban untuk menyampaikan materi yang telah dikuasai
  • Terdapat kelompok hasil dan kelompok asal yang bekerjasama

Langkah-langkah Model Pembelajaran Jigsaw

Langkah atau sintak model pembelajaran Jigsaw adalah sebagai berikut:
  1. Membuat kelompok belajar yang terdiri 4-6 orang
  2. Setiap kelompok diberi sub materi yang berbeda
  3. Setiap kelompok harus berdiskusi mengenai sub materi yang telah diberikan dan memutuskan ahli yang bergabung ke tim ahli
  4. Anggota dari tim ahli akan mendiskusikan konsep yang ada dan menghubungkannya satu dengan yang lain.
  5. Tim ahli dibimbing untuk mendiskusikan tentang materi yang ada dan saling membantu memahami materi yang telah diberikan
  6. Setiap kelompok akan menjelaskan hasil diskusinya di depan kelas
  7. Guru mengadakan kuis di akhir pembelajaran
  8. Siswa menyelesaikan kuis

Kelebihan dan Kekurangan model pembelajaran Jigsaw

Setiap hal pastinya mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri, termasuk model pembelajaran. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan model pembelajaran jigsaw.

Kelebihan model pembelajaran Jigsaw adalah:

  • Mengembangkan sikap kooperatif
  • Memudahkan guru dalam mengajar
  • Menjalin hubungan yang baik antarsiswa
  • Mengembangkan kemampuan akademik siswa
  • Siswa yang lemah bisa terbantu
  • Muncul rasa saling menghargai
  • Memperbaiki kehadiran
  • Mengurangi sikap apatis
  • Melatih untuk menerima pendapat orang lain
  • Pemahaman materi lebih mendalam
  • Meningkatkan motivasi belajar
  • Saling ketergantungan yang positif
  • Memberikan kesempatan yang sama untuk bekerjasama
  • Saling menutupi kekurangan satu sama lain

Kekurangan model pembelajaran Jigsaw adalah:

  • Jika siswa tidak kooperatif dan cenderung pasif maka akan terjadi kemacetan belajar
  • Siswa yang minder akan kesulitan dalam berdiskusi dan sebaliknya, siswa yang percaya diri akan mendominasi
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama
  • Jika jumlah siswa dalam kelompok kurang maka dapat menimbulkan masalah dan bisa jadi ada murid yang hanya membonceng dan pasif
  • Siswa yang tidak terbiasa dengan kompetisi akan merasa kesulitan mengikuti pembelajaran
Kesimpulan yang bisa diambil dari model pembelajaran jigsaw ini adalah cara belajarnya yang dibuat berkelompok kecil terdiri 4 sampai 6 orang. Tujuannya untuk melatih kemandirian, menumbuhkan rasa tanggung jawab dan rasa toleransi.

Semoga bermanfaat!
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar