aaWnxJmZI5JY8FKCUvVg7FjFvZvkz69jLNXN7cby

Prinsip-Prinsip Dalam Evaluasi Pembelajaran

Prinsip-Prinsip Dalam Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi merupakan proses mengidentifikasi untuk menilai suatu kegiatan atau program sudah berjalan sesuai dengan perencanaan.

Evaluasi tak hanya di lakukan dalam di ruang lingkup perusahaan saja, dalam proses pembelajaran juga terdapat yang namanya evaluasi, yang sering disebut sebagai evaluasi pembejaran.

Dalam evaluasi pembelajaran, ada beberapa prinsip utama untuk menunjang efektivitas evaluasi. Berikut ini prinsip-prinsip dalam evaluasi pembelajaran.

Adil dan Objektif

Ketika melakukan proses evaluasi pembelajaran, hal wajib yang dimiliki seorang guru adalah bersifat adil dan objektif kepada para siswa. 

Diharapkan dalam proses evaluasi pembelajaran, tidak ada guru yang pilih kasih terhadap siswa. Siapapun jika tidak memenuhi standar untuk mendapat nilai baik, maka harus ditulis apa adanya. 

Harusnya guru juga tidak memandang siapapun siswa dan melakukan penilaian tanpa dinilai dari sifat suka atau tidak suka, perasaan serta prasangka negatif lain.

Komprehensif

Disaat guru melakukan evaluasi kepada siswa, tentu harus melihat secara utuh kepribadian siswa. Jika guru hanya melihat sebagian aspek tertentu siswa, maka proses evaluasi tidak akan sempurna.

Contohnya, ketika guru melihat siswanya sangat pintar dalam mengerjakan soal dan berdiskusi. Sehingga guru langsung memberikan siswa itu nilai yang tinggi tanpa memperhitungkan aspek lainnya. 

Proses evaluasi tersebut kurang komprehensif. mungkin siswa tersebut hanya pandai secara kognitif namun lemah dalam aspek afektif dan psiomotorik.

Harusnya proses evaluasi harus mempertimbangkan seluruh aspek siswa.

Kontinuitas

Proses perkembangan siswa dapat dipantau dengan sempurna jika ada perbandingan antara hasil evaluasi yang sekarang dengan evaluasi yang sebelumnya. 

Adanya perkembangan peserta didik akan terlihat jelas dengan melakukan perbandingan tersebut. Sehingga, perkembangan peserta didik harus terus dipantau mulai dari input, proses, dan output. 

Proses evaluasi dengan sistem kontinuitas ini akan membuat evaluasi lebih bermakna holistic.

Kooperatif

Ketika melakukan proses evaluasi, guru tidak dapat mempertimbangkan sendiri. Proses evaluasi akan terlaksana dengan baik jika guru mampu melakukan proses kerja sama dengan berbagai pihak, seperti dari keluarga peserta didik, guru BK, wali kelas, kepala sekolah dan elemen-elemen dalam sekolah. 

Jalinan yang dibangun itu penting, karena guru dapat mempunyai pandangan yang lebih luas terhadap perkembangan peserta didik dan hasil evaluasi dapat membuat semua pihak merasa berkenan.

Praktis

Dalam melakukan proses evaluasi, guru semestinya menggunakan alat evaluasi yang mudah dipahami peserta didik maupun guru lain.

Seperti contoh guru dalam membuat soal, pembuatan soal harus sederhana dan sejelas mungkin, seperti dalam aspek bahasa, petunjuk pengerjaan dan isi soal tersebut.

Dalam pemilihan instrumen yang tepat dan membuat petunjuk serta soal yang jelas menjadi prinsip dasar evaluasi pembelajaran.

Tindak Lanjut (Follow-up)

Ketika sesudah melakukan proses evaluasi, hasil evaluasi pembelajaran tidak didiamkan untuk tidak digunakan. Namun, hasil tersebut akan ditindak lanjuti dengan aksi nyata oleh guru maupun pihak sekolah. 

Jika hasil evaluasi tidak di tindak lanjuti dengan aksi nyata, nantinya tidak akan memberikan efek apa-apa terhadap kualitas pembelajaran. 

Hasil dapat ditindak lanjuti seperti perbaikan nyata oleh guru, baik itu dalam aspek strategi pembelajaran maupun faktor peserta didik. 


Semoga Bermanfaat!

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar