aaWnxJmZI5JY8FKCUvVg7FjFvZvkz69jLNXN7cby

Interaksi Sosial: Pengertian, Syarat, Faktor, Sifat, Ciri-ciri, Bentuk dan Contoh

Interaksi Sosial, Sosiologi, Kerja Sama
Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan bantuan manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya. Tanpa bantuan manusia lain individu tidak bisa memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan internal maupun eksternal.

Untuk bisa melakukan hubungan sosial dengan orang lain harus dibutuhkan interaksi sosial. Interaksi ini yang berperan penting dalam proses penyampaian maksud individu satu ke individu lain.

Pada artikel kali ini akan dibahas lengkap mengenai interaksi sosial. Mulai dari pengertian, syarat, faktor, bentuk, ciri, ciri dan contoh interaksi sosial.

For your information, Materi interaksi sosial ini merupakan materi mata pelajaran sosiologi pada SMA kelas 10.

A. Pengertian Interaksi Sosial

  • Soerjono Soekanto, interaksi sosial adalah hubungan yang terjadi secara dinamis antara perorangan, perorangan dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok.
  • Selo Soemardjan, interaksi sosial merupakan sebuah hubungan timbal balik antara manusia dengan berbagai aspek kehidupan bersama.
  • Gillin, interaksi sosial adalah suatu hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antarindividu dan kelompok atau antarkelompok
Dari tiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik yang terjadi secara dinamis antarindividu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok.

B. Syarat Interaksi Sosial

Dalan interaksi sosial harus ada syarat-syarat supaya dapat dikatakan interaksi sosial. Syarat dalam interaksi sosial ada 2, yaitu kontak sosial dan komunikasi.

1. Kontak sosial
Kontak berasal dari bahasa Latin, yaitu cum atau con yang mempunyai arti bersama-sama, dan tango atau tangere yang berarti menyentuh.

Kontak sosial tidak harus saling menyentuh secara fisik. Tetapi, kontak sosial bisa terjadi ketika proses penyampaian informasi atau gagasan.

Kontak sosial dibedakan menjadi 2:
  • Kontak sosial primer, terjadi ketika seseorang bertatap muka langsung dan terjadi hubungan timbal balik. Misalnya, ketika berdialog atau berjabat tangan.
  • Kontak sosial sekunder, terjadi interaksi secara tidak langsung. Misalnya melalui perantara ponsel atau orang lain.
2. Komunikasi
Komunikasi berasal dari bahasa Latin, yaitu communis yang mempunyai arti sama. Communico, communicatio dan communicare berarti membuat sama.

Komunikasi terjadi ketika ada kesamaan antara penyampaian informasi dan orang yang menerima informasi.

Komunikasi terbagi menjadi 2:
  • Komunikasi verbal, merupakan komunikasi secara langsung menggunakan bahasa lisan maupun tulisan. Misalnya, ketika berdialog atau surat menyurat.
  • Komunikasi non-verbal, merupakan komunikasi yang terjadi ketika menggunakan bahasa tubuh atau bahasa isyarat.

C. Faktor Interaksi Sosial

Dalam proses interaksi terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses interaksi sosial.

1. Imitasi
Imitasi adalah tindakan seseorang dalam meniru orang lain, baik sikap, penampilan, gaya hidup dan bahkan meniru semua idolanya.

Imitasi dapat berdampak baik jika yang ditiru sesuai nilai dan norma yang berlaku.

Sebaliknya, akan berdampak negatif jika seseorang meniru hal merupakan penyimpangan sosial.

Syarat imitasi adalah:
  1. Terdapat keinginan atau minat yang kuat terhadap apa yang ingin ditiru
  2. Adanya sikap kagum terhadap suatu hal
  3. Keinginan untuk lebih dihargai
Contoh:
  • Andi menggoreng tempe setelah sebelumnya melihat ibunya menggoreng tempe
  • Salsa menyemir rambut dengan warna biru setelah melihat temannya menyemir rambut dengan warna biru.

2. Sugesti
Sugesti merupakan stimulus atau pengaruh yang diberikan individu kepada orang lain yang berakibat pada orang lain. Sehingga orang lain akan mengikuti pengaruh tersebut secara sadar atau tidak sadar tanpa berpikir panjang.

Sugesti dapat dilakukan dengan mudah oleh orang yang berwibawa dan dianggap mempunyai pengaruh besar dalam masyarakat.

Jenis-jenis sugesti:

  1. Sugesti kerumunan, terjadi ketika dalam kelompok atau kerumunan
  2. Sugesti negatif, digunakan untuk menghasilkan tekanan terhadap suatu hal sosial
  3. Sugesti prestise, muncul adanya prestise orang lain
Contoh:
  • Siswa diajak bolos oleh ketua kelas
  • Kepala desa menyerukan agar menerapkan pola hidup sehat dan melakukan gotong royong setiap hari minggu

3. Identifikasi
Identifikasi merupakan proses yang ingin menjadi sama dengan orang lain karena terdapat kecenderungan atau keinginan dari dalam dirinya agar menjadi sama dengan pihak yang dimaksud.

Identifikasi merupakan proses lanjutan dari imitasi dan sugesti.

Bentuk-bentuk identifikasi adalah:
  1. Class identification, terjadi pada kelas sosial tertentu
  2. Defensive identification, terjadi karena rasa takut terhadap suatu hal
  3. Develomment identification, terjadi ketika dahulu bergantung kepada seseorang tetapi sekarang mandiri
  4. Ethnic identification, terjadi pada kelompok etnis tertentu
Contoh:
  • Seorang pria melakukan operasi plastik agar terlihat sama dengan artis K-pop yang merupakan idolannya.
  • Sebagian besar pendatang dari Arab menggunakan bahasa Jawa agar bisa berkomunikasi dengan penduduk lokal

4. Simpati
Simpati merupakan proses kejiwaan seseorang yang tertarik kepada orang lain.

Rasa tertarik ini muncul dari setiap individu yang biasanya dilandasi keinginan mengetahui suatu kejadian yang dialami oleh orang lain.

Contoh:
  • Turut berbelasungkawa atas meninggalnya orang tua dari teman
  • Memberikan ucapan selamat ulang tahun

5. Empati
Empati merupakan bentuk simpati yang lebih mendalam sampai dapat mempengaruhi jiwa dan fisik individu sehingga seolah-olah turut serta merasakan apa yang dirasakan orang lain.

Manfat empati:
  1. Menjadi lebih peduli
  2. Menjadi lebih bahagia
  3. Menjadi lebih pintar
  4. Mendapat kemudahan dalam hidup
Contoh:
  • Membantu menyelesaikan masalah teman
  • Memberikan bantuan kepada pengemis

6. Motivasi
Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan suatu tindakan.

Jenis motivasi:
  1. Motivasi intrinsik, keinginan untuk melakukan seuatu karena dorongan dari dalam diri
  2. Motivasi ekstrinsik, keinginan untuk melakukan seuatu karena dorongan dari luar
Contoh:
  • Pelajar SMA ingin menjadi ahli matematika karena keinginannya sejak kecil
  • Bayu selalu membersihkan kamar sehabis tidur karena disuruh orang tua

D. Sifat Interaksi Sosial

Interaksi sosial mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
  • Teratur, interaksi sosial terjadi secara berulang-ulang
  • Berulang, interaksi terjadi secara konsisten
  • Disengaja, interaksi disengaja atau direncanakan
  • Aksidental, interaksi terjadi secara spontan
  • Resiprokal, interaksi mengandung makna timbal balik

E. Ciri-ciri Interaksi Sosial

Ciri-ciri interaksi sosial adalah sebagai berikut:
  1. Jumlah pelaku lebih dari satu orang
  2. Mempunyai maksud dan tujuan
  3. Komunikasi diantara pelaku melalui kontak sosial
  4. Berdimensi waktu

F. Bentuk Interaksi Sosial

1. Asosiatif
Proses asosiatif ini terjadi apabila individu maupun kelompok melakukan interaksi dan memiliki persamaan pandangan yang mengarah pada kesatuan.
  • Kerja sama, merupakan usaha yang dilakukan bersama untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan pelaksanaanya ada lima bentuk, yaitu gotong royong, bargaining, cooptation, coalition dan joint venture
  • Akomodasi, merupakan proses penyesuaian dengan tujuan mengurangi atau mengatasi ketegangan dan kekacauan. Bentuk akomodasi yaitu, koersi, kompromi, mediasi, arbritase, konsiliasi, toleransi, stalemate, ajudikasi.
  • Asimilasi, merupakan proses percampuran antara 2 kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru yang dapat diterima oleh masyarakat. Faktor yang mempengaruhi asimilasi adalah sikap toleransi, sikap keterbukaan, amalgamasi, rasa menghargasi dan perasaan yang sama terhadap ancaman dari luar
  • Akulturasi, merupakan proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang membentuk kebudayaan baru tetapi tidak menghilangkan unsur-unsur dari kebudayaan yang lama
2. Disosiatif
Proses disosiatif adalah interaksi sosial yang mengarah tehadap hal-hal yang negatif.
  • Persaingan, merupakan proses saling bersaing secara bersih untuk mencapai tujuan tertentu
  • Kontravensi, merupakan sikap menentang secara diam-diam terhadap suatu hal
  • Konflik, merupakan jalan menentang pihak lawan dalam suatu perjuangan.

Jangan lupa tinggalkan komentar...

Semoga bermanfaat!
Related Posts

Related Posts