aaWnxJmZI5JY8FKCUvVg7FjFvZvkz69jLNXN7cby

Ketentuan Pertandingan Pencak Silat Kategori Tanding

Ketentuan Pertandingan Pencak Silat

Setelah pada artikel sebelumnya kita sudah mengetahui tentang macam-macam kategori pertandingan pencak silat. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang ketentuan-ketentuan dalam pertandingan.

Tepatnya pada kategori tanding atau laga.

Didalam sebuah pertandingan tentunya bukan hanya soal menang dan kalah. Namun ada aturan-aturan yang harus ditaati demi menjaga keamanan dan kenyamanan atlet-atlet yang sedang bertanding.

Pembahasan kali ini meliputi.

1. Perlengkapan pertandingan
2. Sistem dan tahapan pertandingan
3. Babak pertandingan dan waktu
4. Pendamping pesilat
5. Tata cara pertandingan
6. Ketentuan bertanding


Langsung saja kita mulai pada pembahasan.

A. PERLENGKAPAN PERTANDINGAN

A.1. Pakaian
Pesilat memakai seragam standar dengan warna hitam. Untuk perempuan yang berjilbab hendaknya memakai kerudung yang hitam polos.

A.2. Perlindung Badan

  • Kualitas standar
  • Warna hitam
  • Memakai sabuk merah atau biru sebagai tanda pengenal sudut
  • Terdapat lima macam ukuran, yaitu super extra besar (XXL), exta besar (XL), besar (L), sedang (M), kecil (S)
  • Satu gelanggang (arena pertandingan) memerlukan setidaknya 5 pasang pelindung badan yang telah disediakan oleh panitia.
  • Pesilat menggunakan pelindung kemaluan. Pesilat putra menggunakan keep dan pesilat putri menggunakan pembalut
  • Diperbolehkan menggunakan pelindung sendi (pergelangan tangan, lutut, bahu, dan pergelangan kaki). Pelindung tungkai dan lengan diperkenankan satu lapis dengan ketebalan tidak lebih dari 1cm dan terbuat dari bahan yang tidak keras
  • Diperbolehkan menggunakan pelindung gigi
  • Diperbolehkan memakai Joint Taping

B. SISTEM DAN TAHAPAN PERTANDINGAN

  • Menggunakan sistem gugur yang berarti jika atlet kalah dapat sebuah pertandingan maka tidak bisa melanjutkan ke babak berikutnya. Bisa juga menggunakan sistem lain sesuai dengan kebijakan dari panitia.
  • Tahapan pertandingan meliputi penyisihan, seperempat final, semi final dan final tergantung dari jumlah peserta yang bertanding dan berlaku untuk semua kelas pertandingan.
  • Setiap kelas diikuti minimal 2 atlet

C. BABAK PERTANDINGAN DAN WAKTU

1. Usia dini dan Pra remaja
  • Pertandingan berlangsung selama 3 babak atau 2 babak
  • Tiap babak terdiri atas 90 detik bersih
  • Diantara babak diberi waktu istirahat 60 detik.
2. Usia Remaja dan Dewasa
  • Pertandingan berlangsung dalam 3 babak
  • Tiap babak terdiri atas 120 detik bersih
  • Diantara babak diberi waktu istirahat 60 detik

D. PENDAMPING PESILAT
  • Setiap pesilat yang bertanding harus didampingi official sebanyak 2 orang dan salah satunya memiliki sertifikat pelatih sesuai dengan tingkat kejuaraannya
  • Pakaian pendamping pesilat menggunakan pakaian pencak silat standar warna hitam dengan badge badan induk organisasi nasional di dada sebelah kiri dan diperkenankan memekai badge perguruan disebalah kanan, nama negara dibagian punggung dan menggunakan sabuk warna jingga dengan lebar 10 cm
  • Pendamping pesilat hanya diperbolehkan memberi arahan kepada atlet pada saat istirahat
  • Salah satu pendamping pesilat harus berjenis kelamin yang sama dengan atlet

E. TATA CARA PERTANDINGAN
  • Pertandingan dimulai dengan masuknya wasit dan juri ke dalam gelanggang dari sebelah kanan ketua pertandingan. Sebelumnya memasuki gelanggang wasit dan juri memberi hormat dan melapor tentang akan dimulainya pertandingan kepada ketua pertandingan
  • Sebelum pertandingan dimulai, atlet yang akan bertanding memberi hormat kepada pendamping, wasit dan ketua pertandingan. Kemudian, wasit akan memeriksa setiap atlet yang bertanding mengenai kelengkapan pengaman tubuh. Selanjutnya atlet akan melakukan gerak jurus perguruan 5 sampai 10 gerakan. Kemudian atlet kembali ke sudut.
  • Untuk memulai pertandingan, wasit memanggil kedua atlet yang akan bertanding. Kemudian atlet saling berjabat tangan dan pertandingan dimulai
  • Setelah wasit memeriksa kesiapan semua petugas dengan isyarat tangan, wasit memberi aba-aba kepada kedua atlet untuk memulai pertandingan.
  • Pada saat istirahat, kedua atlet harus kembali ke sudutnya masing-masing
  • Tidak ada yang boleh berada di gelanggang kecuali wasit dan kedua atlet. Kecuali jika ada permintaan khusus dari wasit.
  • Setelah pertandingan selesai, kedua atlet kembali ke sudutnya dan menunggu panggilan dari wasit untuk keputusan pemenang. Wasit mengangkat tangan pemenang dan dilanjutkan memberi hormat kepada ketua pertandingan
  • Setelah selesai memberi hormat, kedua atlet saling berjabat tangan dan segara meninggalkan gelanggang. Kemudian, wasit dan juri juga meninggalkan gelanggang dengan cara berkumpul terlebih dahulu kemudian memberi hormat dan melaporkan bahwa pertandingan telah selesai kepada ketua pertandingan. Setelah laporan, wasit dan juri meninggalkan gelanggang dari sebelah kiri meja ketua pertandingan

F. KETENTUAN BERTANDING

1. Aturan Bertanding
  • Pesilat yang bertanding harus menggunakan kaidah-kaidah pencak silat
  • Setiap serangan harus disertai dengan pola langkah dan setelah selesai menyerang harus selalu dalam kondisi pasang
  • Maksimal serangan beruntun 6 kali serangan. Jika lebih maka wasit akan menghentikan pertandingan. Serangan beruntun dengan menggunakan teknik yang sama akan dinilai satu poin
  • Serangan yang mendapat poin adalah serangan yang menggunakan kaidah, mantap dan bertenaga
2. Aba-aba Pertandingan
  • BERSEDIA, Digunakan untuk akan memulai pertandingan sekaligus sebagai aba-aba untuk seluruh petugas bahwa pertandingan akan dimulai. Pada aba-aba ini atlet harus dalam kondisi pasang. Aba-aba ini digunakan selama pertandingan
  • MULAI, Digunakan setiap dimulainya pertandingan
  • BERHENTI, Digunakan untuk menghentikan pertandingan
  • PASANG, LANGKAH DAN SILAT, Digunakan untuk pembinaan
  • Pada awal dan akhir pertandingan pada setiap babak ditandai dengan pukulan gong
3. Sasaran
Sasaran sah dan bernilai adalah badan, yaitu bagian tubuh kecuali leher keatas dan dari kemaluan kebawah.
  • Dada
  • Perut (pusat keatas)
  • Rusuk kiri dan kanan
  • Punggung (kecuali serangan langsung ke seluruh tulang belakang)
Bagian bawah tungkai atau pergelangan kaki kebawah boleh dijadikan sasaran dalam upaya menjatuhkan tetapi tidak mendapatkan nilai pada saat perkenaan.

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar